Ujian Terberat Generasi Millennial Yaitu Jatuh Cinta Sebelum Menikah
Ujian Terberat Generasi Millennial Yaitu Jatuh Cinta Sebelum Menikah

Assalamu’alaikum ~ BeHangat.Net ~ Ujian Terberat Generasi Millennial Yaitu Jatuh Cinta Sebelum Menikah – Mari kita diskusi bersama dengan BeHangat.Net tentang “Ujian Terberat Generasi Millennial Yaitu Jatuh Cinta Sebelum Menikah“. Pernahkan kamu jatuh cinta? Mungkin buat kamu yang sedang membaca artikel ini akan menjawab pernah jatuh cinta 😉

Mungkin ada beberapa orang yang sudah membuat kriteria untuk pasangannya nanti harus seperti apa, misalnya harus cantik, ganteng, pintar, putih, taat beribadah, seperti orang korea, kaya dan masih banyak lagi. Tapi pernahkan kamu tahu, saat orang sedang jatuh cinta semua kriteria atau persyaratan yang sudah di susun rapi hilang begitu saja atau tiba tiba tidak berlaku.

Cinta adalah fitrah manusia dari Allah SWT. Cinta, pada dasarnya bukanlah sesuatu yang kotor. Ia suci jika dibingkai dengan sesuatu yang halal, tetapi menjadi kotor jika dibingkai dengan sesuatu yang haram.

Bagi muslim atau muslimah yang sedang jatuh cinta dan tidak menginginkan agamanya menjadi rusak, tentu ada ketakutan yang begitu besar jika cintanya tidak lagi dibingkai dengan kesucian. Tentulah hal ini merupakan ujian dari Allah bagaimana kita membingkai rasa cinta.

“Sesungguhnya manusia itu lemah dalam hal ini, tapi Islam mengajarkan untuk mengarahkan perasaan cinta menuju penjagaan dan menjauhkannya dari kehinaan. Jika cinta telah bersemi, bersegera untuk menikah ~ Ibnul Qayyim rahimahullah“.

Baca Juga : Harus Sakit Hatikah Kamu! Jika Orang yang Kamu Sebut Dalam Doa Ternyata Menyebut Orang Lain Dalam Doanya?

Jika belum siap untuk menikah, maka memendamnya adalah cara terbaik, berpuasa dan menyibukkan diri dengan segala aktivitas positif untuk menghalau hati dan pikiran dari orang yang disukai.

Cinta merupakan anugerah dari Allah SWT, sekaligus itu merupakan sebuah ujian. Ujian bagaimana kita mengendalikan perasaan itu. Saat tiba-tiba perasaan rindu itu datang, saat tiba-tiba harus menahan pandangan dan menahan perasaan ketika dia ada di depan kita.

Saat harus memendam perasaan hinggga waktunya tiba. Itu tidak mudah, tentu saja. Bukankah cinta itu perasaan yang suci? Jadi Allah pasti punya rencana tersendiri kenapa memilih seseorang untuk merasakan cinta. Harusnya kita bisa mengendalikan diri saat perasaan cinta itu datang.

Allah tidak pernah mengharamkan rasa cinta seorang hambaNya, Karena sejatinya cinta adalah fitrah bagi setiap manusia. Suci, apabila dibingkai dalam suatu ikatan yang halal
Dan akan kotor jika terbingkai dengan suatu hal yang diharamkan Allah.

Ketika kita mengalami perasaan jatuh cinta pada seorang yang belum saatnya, Cinta dalam diam adalah hal yang tepat dan Cinta dalam do’a disetiap sujudmu adalah cara yang tepat pula.

Ketika mencintai seseorang dalam diam, maka tumbuhlah kesucian diri, Tumbuhlah ketulusan apabila terbingkaikan dengan kekuatan do’a.

Memohonlah pada Allah SWT, katakanlah padaNya. Wahai Robbku pemilik hati ini dan maha membolak balikkan hati ini.
Apakah ini tiba waktunya aku mencintai hambamu?
Apakah ini cinta karenaMu?
Jangan biarkan aku terbutakan oleh cinta pada hambamu yang melebihi cintaku padaMu Ya Allah.
Jangan biarkan cinta ini mempengaruhi imanku padaMu karena hanya semata-mata memenuhi syahwat belaka.
Jangan biarkan rasa cinta ini tumbuh hanya karena paras yang sejatinya dapat berubah seketika.
Jangan Engkau biarkan rasa ini tak kekal karena hanya bersifat materi yang dapat seketika Engkau Ambil dalam sekejap.
Jangan biarkan aku jatuh cinta hanya karena terbuai dan terlena oleh ucapan ucapan lisannya yang dapat membuat hati ini luluh dan bergetar.

Jatuh cinta memang wajar, tetapi rasa itu bisa menjadi salah ketika kita tidak bisa mengatur hati kita, menggantungkan harapan tinggi pada orang yang membuat kita jatuh cinta padanya, dan bahkan mampu memalingkan kita dari cinta sejati, cinta yang hakiki, cinta kepada Allah, Sang Maha Cinta.

لَمْ أَرَ لِلْمُتَحَابَّيْنِ مِثْلَ النِّكَاحِ

Saya belum pernah melihat solusi untuk dua orang yang saling jatuh cinta, selain nikah (HR. Ibnu Majah 1847, Mushannaf Ibn Abi Syaibah 15915 dan dishahihkan Al-Albani).

Yakinlah saat kita jatuh cinta pada seseorang belum tentu orang itu akan menjadi jodoh kita. Siapa yang tahu soal jodoh kita, kecuali Allah. Biarlah jodoh itu menjadi misteri Allah, yang kelak di waktu yang tepat dia akan datang untuk kita. Orang yang hebat adalah dia yang mampu menjaga dirinya. Jatuh cinta itu boleh, karena itu perasaan di luar kemampuan kita.

Tapi kita bisa untuk mengendalikannya, menjaga hati kita. Tetap selalu mengingat Allah, pasti Allah akan menjaga kita. Jatuh cintalah dalam diam, seperti Fatimah dan Ali yang tak pernah saling mengungkapkan perasaannya, tapi akhirnya Allah mempersatukan mereka.

Baca Juga : Balasan untuk Kamu, Yang Jatuh Cinta Secara Diam-Diam

Meskipun ketika nanti kita jatuh cinta dalam diam pada seseorang dan ternyata dia bukan jodoh kita. Itu pasti karena dia bukan orang yang terbaik buat kita. Percayalah Allah selalu lebih mengetahui apa yang terbaik buat kamu.

Apakah kamu tidak ingat dengan firman Allah dalam QS. Al-baqarah ayat 216 :

وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Arab-Latin : wa ‘asā an takrahụ syai’aw wa huwa khairul lakum, wa ‘asā an tuḥibbụ syai’aw wa huwa syarrul lakum, wallāhu ya’lamu wa antum lā ta’lamụn

Artinya : “boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui”.

Ketahuilah, tak selamanya hal yang kita benci tidak baik dan tak selamanya hal yang menurut kita baik selalu baik. Sesungguhnya Allah Maha Pemilik Kebaikan yang Abadi. Dan hanya Allah-lah yang Maha Mengetahui atas kehendak hati hambaNya.

Jika kamu mencintainya dan sudah siap maka menikahlah, karena dengan meningkah bisa menjaga kehormatan dan mendatangkan banyak pahala dibandingkan pacaran tanpa menikah. Terdapat banyak perintah yang terdapat dalam Al-Quran maupun hadis yang menyuruh kita untuk menikah :

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Nikahkahlah orang yang bujangan diantara kalian serta orang baik dari budak kalian yang laki-laki maupun perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan karunia-Nya. Allah Maha Luas dan Maha Mengetahui. (QS. An-Nur: 32).

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنْ اسْتَطَاعَ منكُم الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَر وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

“Wahai para pemuda, siapa diantara kalian yang sudah mampu menanggung nafkah, hendaknya dia menikah. Karena menikah akan lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Sementara siapa yang tidak mampu, hendaknya dia berpuasa. Karena itu bisa menjadi tameng syahwat baginya.” ~(HR. Bukhari 5065 dan Muslim 1400)

Baca Juga : Untuk Mengawali Obrolan Saja Susah, Apalagi Mendapatkanmu, Maaf Ini Alasanku

Demikianlah artikel tentang Ujian Terberat Generasi Milenial Yaitu Jatuh Cinta Sebelum Menikah yang bisa admin berikan ke pada kalian semua. Jangan lupa untuk Share artikel ini agar semakin banyak orang-orang yang mengetahui dan membaca karena dengan membaca kita jadi tambah tahu.

Jika ada kesalahan kata Behangat.Net minta maaf, dan semoga artikel ini berguna, bermanfaat. Terimakasih sudah membaca dan sudah mampir di BeHangat.Net sampai jumpa di pertemuan berikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

seven + 3 =