Pengertian Dan Penjelasan Teknik Sampling Yang Penting Dalam Penelitian dari Para Ahli

Pengertian Dan Penjelasan Teknik Sampling Yang Penting Dalam Penelitian dari Para Ahli 5/5 (2)

BeHangat.Net ~ Pengertian Dan Penjelasan Teknik Sampling Yang Penting Dalam Penelitian dari Para Ahli – Jumpa lagi dengan admin BeHangat.Net kali ini admin akan menjelaskan tentang Teknik Sampling. Dalam sebuah penelitian tehnik sampling itu sangat penting di karenakan kita harus memperluhkan sampel dalam penelitian.

Tehnik Sampling

Seperti yang sudah admin jelaskan di atas, Teknik sampling adalah teknik yang dilakukan untuk menentukan sampel. Jadi, sebuah penelitian yang baik haruslah memperhatikan dan menggunakan sebuah teknik dalam menetapkan sampel yang akan diambil sebagai subjek penelitian.

Baca Juga : Daftar Provinsi dan Ibu Kota di Indonesia

Pengertian Teknik Sampling Menurut Para Ahli

Berdasarkan para ahli pengertian teknik sampling itu berbeda-beda, seperti :

  1. Sugiyono
    Pengertian teknik sampling menurut Sugiyono (2001) adalah: Teknik sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel (Sugiyono, 2001: 56).
  2. Margono
    Pengertian teknik sampling menurut Margono (2004) adalah: Teknik sampling adalah cara untuk menentukan sampel yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel yang akan dijadikan sumber data sebenarnya, dengan memperhatikan sifat-sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh sampel yang representatif.

Setelah kalian mengetahui apa itu teknik sampling, maka langkash selanjutnya yaitu bagai mana langkah-langkah dalam teknik sampling itu

Langkah Dalam Teknik Sampling

Menurut Dalen (1981), ada beberapa langkah yang harus diperhatikan peneliti dalam menentukan sampel, yaitu:

  • Menentukan populasi
  • Mencari data akurat unit populasi
  • Memilih sampel yang representative
  • Menentukan jumlah sampel yang memadai

Baca Juga : Tips Menjadi Influencer yang Sukses dan Berpenghasilan

Jenis-Jenis Teknik Sampling

Ada beberapa jenis untuk teknik sampling untuk menentukan sampel dalam penelitian, terdapat berbagai teknik sampling yang bisa digunakan. Teknik sampling berdasarkan adanya randomisasi, yakni pengambilan subyek secara acak dari kumpulannya, dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu

  • Sampling Nonprobabilitas
    Yang termasuk ke dalam kelompok probability sampling antara lain: Simple Random Sampling, Proportionate Stratified Random Sampling, Disproportionate Stratified Random Sampling, dan Area (cluster) Sampling (disebut juga dengan sampling menurut daerah).
  • Sampling Probabilitas
    Yang termasuk ke dalam jenis nonprobability sampling antara lain: Sampling sistematis, Sampling Kuota, Sampling Aksidental, Purposive Sampling, Sampling Jenuh, dan Snowball sampling.

Menurut Sugiyono (2001), untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian, terdapat berbagai teknik sampling yang digunakan.

Probability Sampling

Pengertian Probability sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Teknik sampel probability sampling meliputi:

Simple Random Sampling

Simple Random Sampling dinyatakan simple sederhana karena pengambilan sampel anggota populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu.

Simple random sampling adalah teknik untuk mendapatkan sampel yang langsung dilakukan pada unit sampling. Maka setiap unit sampling sebagai unsur populasi yang terpencil memperoleh peluang yang sama untuk menjadi sampel atau untuk mewakili populasinya. Cara tersebut dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen.

Teknik simple random sampling dapat dipergunakan bila jumlah unit sampling dalam suatu populasi tidak terlalu besar. Cara pengambilan sampel dengan simple random sampling dapat dilakukan dengan metode undian, ordinal, maupun tabel bilangan random.

Untuk penentuan sample dengan cara ini cukup sederhana, tetapi dalam prakteknya akan memperluhkan banyak waktu. Apa lagi jika jumlahnya besar atau sampelnya besar

Baca Juga : Tips dan Trik Dalam Memasuki Dunia Perkuliahan

Proportionate Stratified Random Sampling

Proportionate Stratified Random Sampling biasa digunakan pada populasi yang mempunyai susunan bertingkat atau berlapis-lapis. Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional.

Kelemahan dari cara ini jika tidak ada investigasi mengenai daftar subjek maka tidak dapat membuat strata.

Disproportionate Stratified Random Sampling

Disproportionate Stratified Random Sampling digunakan untuk menentukan jumlah sampel bila populasinya berstrata tetapi kurang proporsional.

Cluster Sampling (Area Sampling)

Cluster Sampling (Area Sampling) juga cluster random sampling. Teknik ini digunakan bilamana populasi tidak terdiri dari individu-individu, melainkan terdiri dari kelompok-kelompok individu atau cluster. Teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel bila objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas.

Kelemahan teknik ini dapat dilihat dari tingkat error samplingnya. Jika lebih banyak di bandingkan dengan pengambilan sampel berdasarkan strata karena sangat sulit memperoleh cluster yang benar-benar sama tingkat heterogenitasnya dengan cluster yang lain di dalam populasi.

Nonprobability Sampling

Pengertian Nonprobability Sampling adalah teknik yang tidak memberi peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Jenis teknik sampling ini antara lain:

Sampling Sistematis

Sampling sistematis adalah teknik penentuan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut.

Sampling Kuota

Sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Teknik ini jumlah populasi tidak diperhitungkan akan tetapi di klasifikasikan dalam beberapa kelompok. Sampel diambil dengan memberikan jatah atau quorum tertentu terhadap kelompok. Pengumpulan data dilakukan langsung pada unit sampling. Setelah jatah terpenuhi, maka pengumpulan data dihentikan

Teknik ini biasanya di gunakan dan di desain untuk penelitian yang menginginkan sedikit sampel dimana setiap kasus dipelajari secara mendalam. Dan bahayanya, jika sampel terlalu sedikit, maka tidak akan dapat mewakili populasi.

Sampling Aksidental

Sampling aksidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu sesuai sebagai sumber data.

Dalam teknik sampling aksidental, pengambilan sampel tidak ditetapkan lebih dahulu. Peneliti langsung saja mengumpulkan data dari unit sampling yang ditemui.

Sampling Purposive

Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Pemilihan sekelompok subjek dalam purposive sampling, didasarkan atas ciri-ciri tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan ciri-ciri populasi yang sudah diketahui sebelumnya.

Maka dengan kata lain, unit sampel yang dihubungi disesuaikan dengan kriteria-kriteria tertentu yang diterapkan berdasarkan tujuan penelitian atau permasalahan penelitian.

Sampling Jenuh

Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasinya relatif kecil, kurang dari 30 orang. Sampel jenuh disebut juga dengan istilah sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel.

Snowball Sampling

Snowball sampling adalah teknik penentuan sampel yang awal mula jumlahnya kecil, kemudian sampel ini disuruh memilih teman-temannya untuk di jadikan sampel. Dan begitu seterusnya, sehingga jumlah sampel makin lama makin banyak. Ibaratkan sebuah bola salju yang menggelinding, makin lama semakin besar. Pada penelitian kualitatif banyak menggunakan sampel purposive dan snowball.

Baca Juga : Kalian Lebih Suka Belajar Dengan Tipe Apa, Visual, Auditori atau Kinestetik?

Pemilihan Jenis Teknik Sampling

Pemilahan jenis teknik sampling probabilitas dan nonprobabilitas didasarkan adanya randomisasi atau keacakan, yakni pengambilan subjek secara acak dari kumpulannya. Dalam hal randomisasi berlaku, setiap subjek penelitian memiliki kesempatan yang sama untuk dijadikan anggota sampel sejalan dengan anggapan bahwa pada dasarnya probabilitas distribusi kejadian ada pada seluruh bagian.

Pemilihan teknik sampling harus berdasarkan 2 hal penting yaitu, reliabilitas dan efisiensi. Sampel yang reliable adalah sampel yang memiliki reliabilitas tinggi. Hal tersebut dapat diartikan bahwa semakin kecil kesalahan sampling, reliabilitas sampling semakin rendah. Jika dikaitkan dengan varian nilai statistiknya berlaku kriteria bahwa semakin rendah varian, maka reliabilitas sampel yang diperoleh semakin tinggi pula.

Demikianlah artikel tentang Pengertian Dan Penjelasan Teknik Sampling Yang Penting Dalam Penelitian dari Para Ahli yang bisa admin berikan ke pada kalian semua. Jika kalian masih ada yang kurang dimengerti silahkan bertanya di kolom komentar yang sudah tersedia dibawah artikel ini, kita diskusi bareng agar saling mengerti dan jangan lupa untuk Share artikel ini agar semakin banyak orang-orang yang mengetahui dan membaca karena dengan membaca kita jadi tambah tahu.

Jika ada kesalahan kata Behangat.Net minta maaf, dan semoga artikel ini berguna, bermanfaat. Terimakasih sudah membaca dan sudah mampir di BeHangat.net sampai jumpa di pertemuan berikutnya.

Nilai Kualitas Konten

Recommended For You

BeHangat.Net

About the Author: BeHangat.Net

BeHangat.Net adalah website yang membahas tentang berbagai pelajaran dan berita teknologi yang berguna bagi pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 − 16 =