Hubungan Antara Antropologi dan Ilmu-Ilmu Lain

Antropologi adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu. Antropologi lahir atau muncul berawal pada ketertarikan orang-orang Eropa yang melihat ciri-ciri fisik, adat istiadat, budaya yang berbeda dari apa yang dikenal di Eropa.

BeHangat.Net Hubungan Antara Antropologi dan Ilmu-Ilmu Lain – Jumpa lagi dengan admin BeHangat.Net yang baik ini. Pada kali ini admin akan menjelaskan Apakah Ada Hubungannya Antropologi dengan Ilmu-Ilmu lain? sebelum kita membahasnya tidak ada salahnya jika kita mengetahui apa sih Antropologi itu?

Antropologi adalah ilmu tentang manusia. Antropologi berasal dari kata Yunani άνθρωπος (baca: anthropos) yang berarti manusia atau orang, dan logos yang berarti wacana (dalam pengertian bernalar, berakal) atau secara etimologis antropologi berarti ilmu yang mempelajari manusia. Dalam melakukan kajian terhadap manusia, antropologi mengedepankan dua konsep penting yaitu: holistik dan komparatif. Karena itu kajian antropologi sangat memperhatikan aspek sejarah dan penjelasan menyeluruh untuk menggambarkan manusia melalui pengetahuan ilmu sosial ilmu hayati (alam), dan juga humaniora – wikipedia.org

Antropologi adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu. Antropologi lahir atau muncul berawal pada ketertarikan orang-orang Eropa yang melihat ciri-ciri fisik, adat istiadat, budaya yang berbeda dari apa yang dikenal di Eropa.

Sebagaimana diketahui bahwa ilmu antropologi memiliki keterkaitan dengan ilmu-ilmu lain seperti

  1. ilmu geologi
  2. ilmu politik
  3. ilmu anatomi
  4. ilmu arkeologi dan masih banyak lagi

Hubungan antara ilmu geologi dengan Antropologi

Mungkin banyak orang yang mengira bahwa antara ilmu geologi dan ilmu antropologi tidak saling berhubungan. Akan tetapi siapa yang menyangkah bahwa peran ilmu geologi sangatlah penting bagi antropologi. Bantuan ilmu geologi yang mempelajari ciri-ciri lapisan bumi serta perubahan-perubahannya, terutama dibutuhkan oleh sub-ilmu paleo-antropologi dan prehistori untuk menetapkan umur relatif dari fosil-fosil makhluk primata dan fosil-fosil manusia dari zaman dahulu, serta artefak-artefak dan bekas-bekas kebudayaan yang digali dalam lapisan-lapisan bumi. Hal ini mungkin dengan terutama menganalisa dengan metode-metode geologi, umur dari lapisan-lapisan bumi tempat artefak-artefak tadi terkandung.

Baca Juga : Cara Menyimpan (Save) Data di SPSS

Sehingga mempermuda ilmu paleo-antropologi dan prehistori untuk mentapkan umur yang relatif dari berbagai fosil makhluk primata dan bekas-bekas kebudayaan yang digali dalam lapisan-lapisn bumi, koentjaraningrat(2009). Serta untuk menentukan lokasi-lokasi lapisan bumi yang banyak menyimpan banyak fosil maupun artefak, maka metode yang sangat membantu adalah dengan menggunakan metode geologi.

Hubungan antara ilmu paleontologi dengan antropologi

Bantuan dari paleontologi sebagai ilmu yang meneliti fosil makhluk-makhluk dari kata-kata dahulu untuk membuat suatu rekontruksi tetang proses evolusi bentuk-bentuk makhluk dari kata-kata dahulu hingga sekarang, tentu saja sangat diperlukan ilmu paleo-antropologi dan prehistori. Pengertian tentang umur dari fosil-fosil keran dan fosil-fosil manusia, artefak-artefak bekas kebudayaan yang digali itu, dapat juga dicapai dengan mengentahui umur relatif dari fosil-fosil paleontologi yang terdapat di dekatnya.

Tidak jauh beda hubungan antara antropologi dengan geologi, dalam ilmu paleontologi pun memiliki peran yang sama. Ilmu paleontologi yang mempelajari dan meneliti tentang fosil-fosil makhluk dari zaman dahulu, serta memiliki tujuan membuat suatu rekontruksi tentang evousi-evolusi makhluk secara fisik dari zaman dahulu hinga sekarang, koentjaranngrat(2009).

Tentu sangat pentin bagi ilmu antropologi khususnya cabang paleo-antropologi dan prehistori untuk mengerti tentang umur dari fosil-fosil kera dan manusia serta berbagai artefak bekas kebudayaan yang telah digali, dengan mengetahui umur relatif dari fosil-fosil yang terdapat didekat artefak maupun fosil tadi.

Baca Juga : Cara Memulai Menggunakan SPSS

Hubungan ilmu anatomi dengan antropologi

Ilmu antropologi juga memiliki keterkaitan dengan ilmu anatomi. Khususnya cabang antropologi yaitu antropologi fisik yang mengkaji tentang fisik manusia serta meneliti ciri-ciri dari berbagai macam ras yang ada didunia. sehingga peran ilmu anatomi sangatlah membantu karena kajian ilmu anatomi yang secara detail mengkaji tentang fisik manusia.

sehingga merupakan kekuatan tersendiri bagi antropologi-fisik yan banyak mepelajari ciri-ciri dari kerangka manusia,bagian tubuh manusia hingga bagian tengkorak manusia, yang memiliki tujuan untuk mendapati tentang asal mula dan penyebaran manusia hingga huungan-ubungan dari berbagai ras yang ada di dunia.

Hubungan ilmu kesehatan masyarakat dengan antropologi

Pentingnya kesehatan bagi setiap orang harus dapat direalisasikan dengan benar. Menurut Koentjaranngrat dalam bukunya pengantar ilmu antropologi menjelaskan bahwa ilmukesehatan masyarakat membahas ”data konsepsi dan sikap penduduk desa tentang kesehatan, tentang sakit, terhadap dukun, terhadap obat-obatan tradisional, terhadap kebiasaan dan pantangan dan sebagainya”.

Dari berbagai bahasan ilmu kesehatan masyarakat diatas maka ilmu antropologi dapat membantu dengan memberi pengarahan kepada para dokter maupun petugas medis yang berkerja maupun tinggal di berbagai daerah.yang memiliki keragaman budaya, sehingga mereka dapat menyesuaikan dengan budaya yang ada.

Hubungan ilmu linguistik dengan antropologi

Ilmu linguistik (atau ilmu bahasa) mula-mula terjadi dalam masa akhir abad ke-18, ketika para sarjana mulai mengupas naskah-naskah klasik dalam bahasa-bahasa Indo-German :

  1. Latin
  2. Gotis
  3. Yunani
  4. Avestis
  5. Sanskerta dan sebagainya

Sekarang ilmu linguistik telah berkembang menjadi suatu ilmu yang berusaha mengembangkan konsep-konsep dan metode-metode untuk mengupas segala macam bentuk bahasa apapun juga, dari daerah manapun juga di dunia. Dengan demikian dapat dicapai suatu pengertian tentang ciri-ciri dasar dari tiap bahasa di dunia secara cepat dan mudah. Tentu kita mudah mengerti bagaimana baik bahan maupun metode-metode dan teori-teori yang dikembangkan oleh etnolinguistik itu tidak dapat diabaikan oleh ilmu lingusitik klasik. Di banyak negara ilmu linguistik dan etnolinguistik memang juga telah bergabung menjadi satu, walaupun di Amerika secara resmi etnolinguistik masih dipertahankan sebagai bagian dari antropologi.

Baca Juga : 3 Alasan Mengapa Adsense Penting Untuk Web Content

Dengan tujuan tersebut dapat membantu sub ilmu antropologi yaitu Etnolinguistik untuk mengembangkan teori-teori tentang berbagai asas bahasa serta menyuport bahan-bahan, methode, dan teori-teori yang dikembangkan oleh Etnolinguistik.

Selain itu Antropologi juga membutuhkan ilmu linguistik kususnya dalam berbagai penelitian masyarakat. Sehingga dapat lebih mendekatkan diri dengan masyarakat dan mempermudah penelitin tersebut.

Hubungan antara arkeologi dengan antropologi

Ilmu arkeologi(ilmu sejarah kebudayaan purbakala) pada mulanya meneliti sejarah dari kebudayaan-kebudayaan kuno dalam zaman purba, seperti

  • kebudayaan Yunani dan Rum Klasik
  • Kebudayaan Mesir kuno di daerah Mesopotamia
  • kebudayaan kuno di Palestina dan sebagainya.

Di Indonesia ilmu arkeologi antara lain mengenai sejarah dari negara-negara Indonesia-Hindu di antara abad ke-4 sampai abad ke-16 Masehi.

Penelitian kebudayaan-kebudayaan kuno mempergunakan sebagai bahan penelitian, bekas-bekas bagunan kuno (runtuhan-runtuhan kuil, istana, bagunan irigasi, piramide, candi, dan sebagainya), tetapi juga prasasti-prasasti atau buku-buku kuno yang ditulis dalam zaman-zaman kebudayaan-kebudayaan itu memuncak. Seperti apa yang telah diterangkan dia atas, ilmu antropologi juga mempunyai sebagai tugas, meneliti sejarah kebudayaan manusia yang lebih kuno dari zaman kejayaan kebudayaan-kebudayaan tersebut, yaitu zaman sebelum manusia mengenal huruf, atau zaman prehistori. Penelitian-penelitian itu dilakukan oleh sub-ilmu dari antropologi yang bernama prehistori, dengan menggunakan sebagaian bahan penelitian sisa-sisa benda kebudayaan manusia yang tertinggal dalam lapisan-lapisan bumi.

Dengan demikian sub-ilmu prehistori dari ilmu antropologi dapat dikatakan memperpanjang jarak waktu dari sejarah kebudayaan manusia dengan bahan-bahan yang lebih tua dari piramida-piramida, candi-candi, dan buku-buku kuno. Dan demikian pula ilmu arkeologi Indonesia dapat kembali hingga zaman candi-candi dan prasasti-prasasti yang tertua (yaitu abad ke-4), sedangkan ilmu prehistori dapat kembali hingga berpuluh ribu tahun sebelum itu ke zaman-zaman yang disebut zaman Neolithik, zaman Paleolithik dan sebagainya.

Ilmu arkeologi memiliki tujuan dan tugas yang sama dengan antropologi yaitu sama-sama meneliti tentang sejarah kebudayaan manusia, khususnya ilmu prehistori yang meneliti kebuayaan manusia sejak manusia belum mengenal huruf atau yang sering disebut zaman prehistori. Bahan yang dikaji oleh prehistori menggunakan sisa-sisa benda kebudayan manusia yang tertinggal dalam lapisan-lapisan bumi.

Karena kajian prehistori sejak zaman manusia belum mengenal huruf maka dapat memberi banyak keterangan latarbelakang kebudayaan suatu bangsa yang tidak bisa diberikan oleh ilmu-ilmu yang banyak mengkaji tentang kebudayaan seperti ilmu Arkeologi.

Klik Tulisan di bawah ini untuk baca lebih lengkap

Hubungan Antara Antropologi dan Ilmu-Ilmu Lain

Hubungan ilmu sejarah dengan antropoogi

Hubungan Ilmu sejarah dan antropologi memiliki kemiripan dengan hubungan ilmu arkeologi dengan antropologi. Bagi ilmu sejarah, antropologi mampu memberi banyak bahan prehistori yang dapat dijadikan pangkal bagi tiap penulis sejarah didunia. kemudian peran antropologi juga banyak memecahkan masalah histografi sejarah suatu bangsa melelui metode-metodenya. Serta konsep-konsep tentang kehidupan masyarakat yang banyak dikembangkan oleh ilmu antropologi dan ilmu-ilmu sosial lain dapat membantu seorang ahli sejarah untuk mengisi latarbelakang dari peristiwa politik dalam sejarah yang merupakan objek penelitihannya. Hal ini dikarenakan ilmu sejarah hanya mampu memberi informasi tentang peristiwa-peristiwa sejarah saja dan kekeurangan informasi pada bidang politik.

Konsep-konsep tentang kehidupan masyarakat yang dikembangkan oleh antropologi dan ilmu-ilmu sosial lainnhya, akan memberi pengertian banyak kepada soerang ahli sejarah untuk mengisi latar belakang dari peristiwa polotik dalam sejarah yang menjadi obyek penelitiannya. Para ahli antropologi sebaliknya juga memerlukan sejarah, terutama sejarah dari suku-suku bagsa dalam daerah yang didatanginya. Sejarah itu diperlukan olehnya untuk memecahkan soal-soal yang terjadi karena masyarakat yang ditelitinya mengalami pengaruh dari suatu kebudayaan dari luar. Pengertian terhadap soal-soal tadi baru dapat dicapainya apabila sejarah tentang proses pengaruh tadi diketahuinya juga dengan teliti. Dengan demikian seorang sarjana antropologi seringkali harus juga memiliki pengetahuan tentang metode-metode untuk merekontrusikan sejarah dari suatu rangkaian peristiwa.

Hubungan ilmu pskitriati dengan antropologi

Kuntjaraningrat menjelaskan bahwa”hubungan antara ilmu pskiatri dan ilmu antropologi telah dijelaskan dan merupakan suatu pengluasan dari hubungan antara ilmu antropologi dengan ilmu psikologi, yang kemudian mendapat fungsi yang praktis”.

Baca Juga : Tips dan Trik Dalam Memasuki Dunia Perkuliahan

Hubungan ilmu geografi dan antropologi

Ilmu geografi merupakan ilmu sosial yang mempelajari tenteng bumi. dibuktikan dengan mencoba mencapai pengertian tentang alam dunia ini dengan memberi pelukisan tentang bumi serta ciri-ciri dari segala macam bentuk hidup yang menduduki muka bumi. Di antara beraneka warna macam bentuk hidup dibumi yang berupa flora dan fauna itu, ada makhluk manusia yang sebaliknya juga beraneka warna sifatnya diberbagai daerah di muka bumi itu. Karena antropologi adalah satu-satunya ilmu yang mampu menyalami masalah aneka warna makhluk manusia itu, maka sudah tentu ilmu geografi tidak dapat mengabaikan ilmu antropologi.
Sebaliknya antropologi juga memerlukan ilmu geografi. Hal ini dikarenakan banyak permasalahan-permasalahan kebudayaan manusia yang meneliti sangkut paut dengan keadaan lingkungan alamnya.

Hubungan ilmu ekonomi dengan antropologi

Sistem perekonomian disetiap negara berbeda-beda. jadi seorang ahli ekonomi harus bisa mengadaptasi dengan lingkungannya. Dalam banyak negara di mana penduduk pedesaannya lebih banyak jumlahnya dari pada penduduk kotanya, terutama di luar daerah kebudayaan Ero-Amerika, kekuatan, proses dan hukum-hukum ekonomi yang berlaku dalam aktivitas kehidupan ekonominya sangat dipengaruhi sistem kemasyarakatannya, cara berpikir, pandangan dan sikap hidup dari warga masyarakat pedesaan tadi.

Baca Juga : Bahaya, 13 Juta Data Pemilik Akun Bukalapak Dijual Di Dark Web

Dalam masyarakat dari negara-negara serupa itu seorang ahli ekonomi tidak dapat mempergunakan dengan sempurna konsep-konsep serta teori-teorinya tentang kekuatan, proses, dan hukum-hukum ekonomi tadi (yang dikembangkan dalam masyarakat Ero-Amerika dan di dalam rangka ekonomi Internasional), tanpa suatu pengetahuan tentang sistem kemasyarakatan, cara berpikir, pandangan dan sikap hidup dari warga masyarakat pedesaan tadi. Dengan demikian seorang ahli ekonomi yang hendak membangun ekonomi di negara-negara serupa itu tentu akan memerlukan bahan komparatif mengenai misalnya sikap terhadap kerja, sikap terhadap kekayaan, sistem gotong-royong pokonya bahan komparatif tentang berbagai unsur dari sistem kemasyarakatan di negara-negara tadi. Dalam hal mengumpulkan keterangan komperatif serupa itu antropologi memang sangat berguna.

Hubungan ilmu hukum adat dengan antropologi

Ilmu hukum adat membutuhkan suport dari ilmu antropologi. Hal ini dikarenakan banyak metode-metode antropologi yang digunakan untuk meneliti lebih jauh tentang latar belakang kehidupan hukum adat diberbagai daerah. Kuntjaraningrat(2009:32) juga berpendapat bahwa antropologi dianggap penting karena hukum adat bukan merupakan suatu sistem hukum yang telah diabstrakkan sebagai aturan-aturan dalam kitab-kitab undang-undang melainkan timbul dan hidup langsung dai masalah-masalah perdata yang berasal dari dalam aktivitas masyarakat.

Sebaliknya para ahli antropologi juga harus mempunyai pengetahuan umum tentang konsep-konsep hukum pada umumnya. Hal ini dikarenakan hukum merupakan salah satu aktivitas kebudayaan dalam lapangan pengendalian sosial atau social control. Sehingga ketika seorang ahli antropologi hendak melakukan penelitian terhadap adat istiadat dari suatu daerah maka harus mempunyai pengetahuaan tentang konsep dan istilah hukum adat disana.

Hubungan Antara Ilmu Administrasi dengan Antropologi

Hubungan Antara Ilmu Administrasi dan Antropologi. Ilmu administrasi di Indonesia tentu akan menghadapi masalah-masalah yang sama seperti ilmu ekonomi di Indonesia. Lagi pula, bahan keterangan mengenai masalah-masalah yang berhubungan denga agraria, yang juga menjadi suatu kompleks masalah yang sangat penting dalam ilmu administrasi, antara lain bisa didapatkan dengan penelitian berdasarkan metode-metode antropologi.

Baca Juga : Google Banned Lebih Dari Setengah Miliar Instalasi Aplikasi Di Karenakan Developer App Play Store Curang

Hubungan ilmu adsministrasi dengan antropologi

Sebagaimana pada ilmu ekonomi, didalam ilmu adsministrasi juga akan mendapatkan berbagai permasalahan apalagi masalah agrarian. Dan untuk menyelesaikan masalah tersebut dapat menggunakan penelitian berdasarkan metode antropologi.

Hubungan ilmu politik dan antropologi

Metode antropologi sangat penting bagi seorang ahli ilmu politik untuk dapat memahami latar belakang dan adat istiadat tradisional dari suku bangsa itu. Sehingga mendapat pengertian mengenai tingkahlaku dari partai politik yang harus disesuaikan denagn lingkungan suku tersebut.

Seorang ahli antropologi dalam hal ini mempelajari suatu masyarakat untuk menulis sebuah deskriptif etnografi tentang masyarakat tersebut sebaliknya tentu akan juga menghadapi sendiri kekuatan dan proses politik lokal, serta aktivitas dari cabang-cabang partai politik nasional di situ. untuk menganalisa gejala-gejala itu ia perlu mengetahui konsep-konsep dan teori-teori ilmu politik juga

Selain itu ahli antropologi dalam mempelajari suatu masyarakat dan menulis sebuah deskripsi etnografi tentang masyarakat tersebut,tentu akan menghadapi kekuatan dan proses politik lokal serta aktivitas dari cabang-cabang partai politik nasional tersebut sehingga diperlukan pemahaman tentang ilmu politik.

Mungkin sampai disini yang bisa admin behangat.net berikan tentang Hubungan Antara Antropologi dan Ilmu-Ilmu Lain. Jika kalian masih ada yang kurang dimengerti silahkan bertanya dikolom komentar yang sudah tersedia dibawah artikel ini, Kita diskusikan bareng agar saling mengerti dan jangan lupa untuk Share artikel ini agar semakin banyak orang-orang yang mengetahui dan membaca karena dengan membaca kita jadi tambah tahu.

Jika ada kesalahan kata BeHangat.Net minta maaf, dan semoga artikel ini berguna, bermanfaat. Terima kasih sudah mampir dan membaca di behanagt.net sampai jumpa di pertemuan berikutnya.

Nilai Kualitas Konten

Recommended For You

Avatar

About the Author: BeHangat.Net

BeHangat.Net adalah website yang membahas tentang berbagai pelajaran dan berita teknologi yang berguna bagi pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × 2 =