Ciri-Ciri Sosiologi Sebagai Ilmu Pengetahuan Yang Bersifat Empiris, Teoritis, Kumulatif dan Nonetis

Ciri-Ciri Sosiologi Sebagai Llmu Pengetahuan Yang Bersifat Empiris, Teoritis, Kumulatif dan Nonetis 5/5 (6)

BeHangat.Net ~ Ciri-Ciri Sosiologi Sebagai Ilmu Pengetahuan Yang Bersifat Empiris, Teoritis, Kumulatif dan Nonetis – Jumpa lagi dengan admin BeHangat.Net, pada kali ini admin akan menjelaskan tentang Sosiologi Ciri-Ciri Sosiologi Sebagai Ilmu Pengetahuan Yang Bersifat Empiris, Teoritis, Kumulatif dan Nonetis. Semoga dengan pembahasan yang admin berikan membuat kamu paham dan bisa bermanfaat. Sebelum admin jelaskan aka kamu tahu, Apa yang dimaksut sosiologi?

Iya Benar, Pengertian sosiologi adalah suatu bidang ilmu yang mempelajari mengenai manusia sebagai mahluk sosial dan interaksi antar manusia yang terjadi di dalam lingkungan masyarakat.

Definisi sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang sifat, perilaku, dan perkembangan masyarakat. Jadi, yang dipelajari dalam sosiologi adalah perilaku sosial antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok.

Secara etimologis, kata sosiologi berasal dari bahasa Latin, yaitu Socius yang artinya kawan, dan Logos yang artinya ilmu pengetahuan. Sehingga dapat mendefinisikan sosiologi sebagai ilmu yang membahas mengenai kehidupan manusia sebagai mahluk sosial.

Sosiologi juga termasuk sebagai ilmu pengetahuan dengan kajian dan teori yang telah dijelaskan dari masa ke masa. Kaidah-kaidah sosiologi dipelajari secara teratur dan sistematik. Hal ini kemudian dapat dijelaskan pada sifat-sifat sosiologi itu sendiri sebagai sebuah ilmu pengetahuan yang dipelajari.

Baca Juga : Hubungan Antara Antropologi dan Ilmu-Ilmu Lain

Sosiologi memiliki beberapa sifat dasar yang membedakannya dengan bidang ilmu lainnya. Menurut R. Lawang (1989), adapun sifat dasar sosiologi adalah sebagai berikut:

  1. Empiris
  2. Teoritis
  3. Kumulatif
  4. Nonetis

Berikut ini adalah penjelaskan dan contoh dari Ciri-Ciri Sosiologi Sebagai Ilmu Pengetahuan :

Empiris

Sosiologi bersifat empiris. Artinya sosiologi sebagai ilmu pengetahuan dan fakta yang logis. Ilmu sosiologi didasarkan pada observasi terhadap kenyataan menggunakan akal sehat manusia, sehingga hasilnya tidak bersifat spekulatif atau menduga-duga.

sosiologi bersifat empiris bisa dilihat dari kajian tentang perilaku manusia yang didasarkan pada pengamatan langsung. Dengan kata lain, sosiologis tidak bisa menggunakan khayalan atau imajinasi, melainkan dari fakta yang logis.

Sebagai contoh, sosiologi mempelajari tentang fenomena kemacetan di ibu kota Jakarta. Argumentasi yang muncul dari penelitian sosiologi, misalnya adalah kemacetan disebabkan oleh rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan transportasi publik yang dicetus pemerintah daerah.

Baca Juga : Tips Menjadi Influencer yang Sukses dan Berpenghasilan

Teoritis

Sosiologis bersifat teoritis. Artinya sosiologi sebagai ilmu pengetahuan yang disusun berdasarkan data atau observasi yang konkret di lapangan, Abstraksi disusun secara logis dan menjelaskan hubungan sebab-akibat ataupun keterkaitannya juga harus diperhatikan dalam kajian ilmu sosiologis. sehingga menjadi sebuah teori gejala sosial yang diteliti. observasi konkret dan kajian sistematis dari hasil pengamatan empiris.

Sebagai contoh

  1. sosiologi menjelaskan adanya hubungan yang signifikan antara kemacetan dengan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah yang rendah. Abstraksi yang dihasilkan merupakan pernyataan yang menegaskan pentingnya meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah untuk menanggulangi kemacetan.
  2. seorang pelajar rajin belajar secara tekun karena didorong oleh keinginan menjadi orang yang pandai dan berguna bagi semuanya

Pernyataan tersebut tidak muncul begitu saja, melainkan melalui proses panjang penelitian sejak observasi hingga penarikan kesimpulan.

Baca Juga : Kalian Lebih Suka Belajar Dengan Tipe Apa, Visual, Auditori atau Kinestetik?

Kumulatif

Sosiologis bersifat kumulatif. Artinya sosiologi adalah sebuah cabang ilmu pengetahuan yang disusun berdasarkan teori-teori yang sudah ada sebelumnya. Sosiologi membangun argumen yang tidak turun begitu saja di ruang hampa. Teori-teori tersebut merupakan hasil dari penelitian-penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya.

Sebagai contoh

  1. penelitian sosiologi tentang kemacetan menghasilkan kesimpulan baru yang melibatkan kesimpulan-kesimpulan yang pernah dibuat sebelumnya. Misal, penelitian sebelumnya mengatakan bahwa penyebab macet adalah karena tingginya daya beli masyarakat, termasuk daya beli konsumsi mobil pribadi. Penelitian lain menyebutkan bahwa mobil memberikan prestige dan status yang menjanjikan buat penggunanya.
  2. menurut teori Darwin, manusia di bumi ini berasal dari kera. Kenyataannya teori tersebut sudah tidak berlaku lagi dan mengalami perubahan

Kumulatif sebagai ciri-ciri sosiologi artinya beberapa hasil penelitian tersebut dilibatkan dalam analisis sehingga kesimpulan baru yang sudah ada merupakan hasil akumulasi pengetahuan.

Baca Juga : Harus Sakit Hatikah Kamu! Jika Orang yang Kamu Sebut Dalam Doa Ternyata Menyebut Orang Lain Dalam Doanya?

Nonetis

Sosiologis bersifat non-etis. Artinya sosiologi membahas suatu permasalahan sosial tanpa mempersoalkan nilainya, yaitu baik atau buruknya suatu persoalan yang dibahas. Sosiologi lebih berkepentingan untuk menjelaskan mengapa suatu fenomena terjadi. Penjelasan tersebut juga harus logis, mendalam, dan mudah dipahami.

Sebagai contoh : kajian sosiologis tentang anismisme dan dinamisme di masyarakat Islam pantai Utara Jawa.

Demikianlah artikel tentang Ciri-Ciri Sosiologi Sebagai Ilmu Pengetahuan Yang Bersifat Empiris, Teoritis, Kumulatif dan Nonetis yang bisa admin berikan ke pada kalian semua. Jika kalian masih ada yang kurang dimengerti silahkan bertanya di kolom komentar yang sudah tersedia dibawah artikel ini, kita diskusi bareng agar saling mengerti dan jangan lupa untuk Share artikel ini agar semakin banyak orang-orang yang mengetahui dan membaca karena dengan membaca kita jadi tambah tahu.

Jika ada kesalahan kata Behangat.Net minta maaf, dan semoga artikel ini berguna, bermanfaat. Terimakasih sudah membaca dan sudah mampir di BeHangat.Net sampai jumpa di pertemuan berikutnya.

Nilai Kualitas Konten

Recommended For You

BeHangat.Net

About the Author: BeHangat.Net

BeHangat.Net adalah website yang membahas tentang berbagai pelajaran dan berita teknologi yang berguna bagi pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 − five =