Peretes Situs Dewan Pres Tertangkap Di Hotel Griya Surya, Sukoharjo, Jawa Tengah

Semua Ada (BeHangat) - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap pelaku yang melakukan peretasan terhadap Situs Dewan Pers.

Penangkapan dilakukan pada tanggal 8 Juni 2017 di Hotel Griya Surya, Sukoharjo, Jawa Tengah, dengan tersangka yang berinisial AS (28 TH)" kata Kepala Subdit 2 Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Himawan Bayu Aji di Kantor Bareskrim, Jakarta, Jum'at.

Peretes Situs  Dewan Pres Tertangkap Di Hotel Griya Surya, Sukoharjo, Jawa Tengah

tersangka mengaku awalnya hanya mengunjungi situs Dewan Pers untuk membaca konten tentang antihoaks yang dimuat di situs jejaring sosial Facebook.

Lalu timbul keinginan AS untuk mencari bug atau celah keamanan pada web tersebut untuk mendapatkan akses ke dalam sistem file dan tersangka menemukan bug tersebut pada halaman Form Pengaduan, sehingga tersangka bisa mengunggah sebuah file backdoor dengan nama 404.phtml.

Atas tindakannya tersebut AS mendapatkan akses untuk mengubah sistem file yang ada di situs Dewan Pers.

"Kemudian tersangka mengunggah file index.html dan me-rename file index.php di situs tersebut sehingga situs tersebut berganti user interface," katanya.

Setelah AS meretas situs Dewan Pers, selanjutnya AS mengunggah hasil retasan tersebut ke akun Facebook miliknya atas nama Aditya Al Fatah.

AS alias M2404 alias pemulungelektronik@gmail.com / pengemiselektronik@gmail.com ini kesehariannya bekerja sebagai tukang cuci di hotel.

Himawan mengatakan, AS telah melakukan hacking terhadap sedikitnya 100 situs lokal dan situs luar negeri sejak 2013.

Namun AS tidak mengambil keuntungan ekonomi dari tindakannya ini. Dia hanya mengubah penampilan web yang ia retas dan hanya ingin mendapat pengakuan dari komunitas hacker.

"Kita ketahui, kasus ini yang bersangkutan hanya men-deface saja, tanpa mengambil atau merusak," ucap Himawan.
Peretes Situs  Dewan Pres Tertangkap Di Hotel Griya Surya, Sukoharjo, Jawa Tengah

Dalam penangkapan AS disita barang bukti dua ponsel pintar, sebuah KTP, sebuah notebook dan sebuah modem dengan simcard.

Kasus ini terkuak menindaklanjuti laporan dari pihak Dewan Pers pada 3 Juni 2017 yang melaporkan telah dirusaknya situs Dewan Pers ke Bareskrim Polri.


Atas perbuatannya, AS dikenakan Pasal 50 UU Nomor 36 Tahun 1999, UU 19/2016 Pasal 32 tentang illegal access dan atau Pasal 406 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 8 tahun.

Jika Kamu Punya Artikel, Puisi, Sesuatu Yang Ingin Kamu Upload, Maka Kamu Bisa Kirim Ke Alamat Email Di Bawah Ini:
Email : puisibehangat@gmail.com
Sertakan Judul Beserta Foto/Gambar

Reaksi:

You Might Also Like:

Use parse tool to easy get the text style on disqus comments:
Show Parser Hide Parser