Dasar - Dasar Pemrograman Ruby

Dasar - Dasar  Pemrograman Ruby

Ruby Overview

Ruby adalah bahasa pemrograman berorientasi object murni yang dikembangkan oleh Yukihiro Matsumoto (Matz) pada tahun 1993. Ruby merupakan bahasa interpreted, yang berarti untuk menjalankan ruby tidak perlu dicompile, tetapi cukup dijalankan dalam interpreternya. Ruby juga merupakan bahasa dinamis. Kita tidak perlu melakukan deklarasi variable, tetapi cukup melakukan assignment secara langsung.

Ruby dibuat dengan tujuan untuk membuat programmer lebih bahagia. Artinya ruby dirancang untuk mempermudah kerja programmer. Programmer tidak perlu melakukan banyak tugas yang dapat dilakukan oleh komputer, sehingga programmer menjadi lebih produktif. Keunggulan utama dari ruby adalah bahasa yang sangat ekspresif, yang mempermudah programmer untuk mengubah dari ide menjadi kode program.

Penggunaan ruby yang paling umum adalah untuk pemrograman web, dengan framework ruby on rails. Tetapi ruby adalah bahasa pemrograman umum yang dapat digunakan untuk semua keperluan programming, dari aplikasi web, desktop, scripting, hingga aplikasi mobile.

Ruby merupakan bahasa object oriented murni. Dalam ruby, tidak ada tipe primitif. Semua adalah object, termasuk integer, string, array, class dan sebagainya.

Berikut ini adalah contoh program hello world di ruby:
puts "Hello world"
Baca Juga

Menjalankan Ruby

Cara paling mudah untuk mencoba ruby adalah dengan menggunakan irb (interactive ruby).
 $ irb
 > 3 + 5
 => 8
 > puts "hello " * 3
 hello hello hello
 => nil
Irb sangat berguna untuk mencoba kode dan melihat hasilnya dengan cepat. Namun untuk membuat program yang sebenarnya, kita akan menyimpan kode ruby kita dalam file, yang biasanya berekstensi .rb.
 # file: hello.rb
 4.times do
 puts "hello"
 end
 
kemudian kita jalankan dengan perintah ruby <nama file>
  $ ruby hello.rb
 hello
 hello
 hello
 hello

Syntax dan Idiom

Program yang ditulis dengan ruby pada umumnya mudah dibaca. Hal ini dikarenakan ruby memiliki syntax yang bersih dan sederhana. Readability program juga terbantu jika programmer mengikuti idiom yang umum digunakan dalam ruby.

Berikut ini adalah contoh program sederhana dalam ruby:
class Person
 attr_accessor :first_name, :last_name, :age
 def initialize(first_name, last_name)
 @first_name = first_name
 @last_name = last_name
 end
 def fullname
 @first_name + " " + @last_name
 end
 def mature?
 @age > 17
 end
 def increase_age!
 @age += 1
 end
 end
 person = Person.new "Slamet", "Riyadi"
 person.age = 17
 person.full_name # "Slamet Riyadi"
 person.increase_age! # @age == 18
 person.mature? # true
Untuk membuat kelas, kita menggunakan kata kunci class diikuti dengan nama kelas. Nama kelas dalam ruby harus dimulai dengan huruf kapital. Idiom yang biasa dipakai adalah menggunakan CamelCase untuk nama kelas.

contoh: PurchasedItem, ProductsInventory

Kata kunci def digunakan untuk mendefinisikan method didalam suatu kelas atau modul. Pada umumnya, kita menggunakan huruf kecil dan underscore () sebagai nama method (biasa disebut *snakecase*). Nama method dapat mempunyai tanda baca seperti ?, !, = pada bagian akhir. Tanda tanya (?) biasa digunakan dalam nama method yang mereturn boolean, sedangkan tanda seru (!) digunakan dalam method yang dianggap berbahaya, biasanya method yang dapat mengubah nilai.

contoh: products_list, buy!, available?

Penamaan menggunakan snake_case digunakan hampir di semua hal dalam ruby selain nama kelas dan konstant. Instant variable selalu diawali dengan tanda @. Object diinisiasi dengan memanggil method new pada kelasnya. Pada umumnya programmer ruby selalu menggunakan indentasi 2 spasi dan tidak pernah menggunakan indentasi tab.

Object-Oriented in Ruby: Classes, Attributes, Methods

Ruby adalah bahasa object oriented murni. Semuanya dari integer hingga string adalah object. Setiap object memiliki methods yang dapat dipanggil untuk melakukan berbagai fungsi. Untuk memanggil method, kita menggunakan syntax titik (.) yang diikuti oleh nama methodnya. Contohnya, jika kita ingin mengubah kalimat "hello world" menjadi huruf kapital, kita bisa memanggil method upcase
 puts "hello world".upcase
 
Beberapa method, seperti puts dan gets dapat dipanggil dimanapun dan tidak perlu digabungkan dengan object tertentu. Method - method ini ada di dalam modul Kernel bawaan ruby, yang di include di dalam semua object ruby. Ketika kita menjalankan aplikasi ruby, sebuah object dengan nama main dibuat secara otomatis dan memberikan kita akses ke semua method dalam module Kernel.

String Type and Operations 

String adalah object ruby yang berfungsi memanipulasi rangkaian byte, yang pada umumnya mereprensentasikan huruf - huruf dalam suatu kalimat. Ruby memiliki kelas built-in yang bernama String yang memiliki beberapa method yang sering kita gunakan dalam memprogram ruby. Berikut ini adalah fungsi - fungsi yang terkait dengan String dalam ruby:

String declaration 

Pada umumnya sebuah string dideklarasikan dengan rangkaian huruf yang dibatasi oleh tanda petik ganda (") atau tunggal ('). contoh: "ini adalah sebuah string", 'ini juga' String juga dapat dideklarasikan dengan menggunakan general delimiter berupa yang diawali oleh %, %Q, atau %q. contoh:
%{ String menggunakan general delimiter }
%Q{ String menggunakan general delimiter }
Untuk membuat string lebih dari satu baris, akan lebih mudah menggunakan syntax sebagai berikut:
multiline_string = <<-STR

ini adalah string

lebih dari satu baris

STR

<-str adalah="" baris="" dari="" ini="" lebih="" pre="" satu="" str="" string="">Expression subtitution

<-str adalah="" baris="" dari="" ini="" lebih="" pre="" satu="" str="" string="">Expression subtitution adalah suatu cara untuk menggabungkan hasil dari suatu ekspresi ruby ke dalam suatu string menggunakan #{ dan }:
 name = "Ruby"
 a = 7
 b = 3
 puts "my name is #{name}" # my name is Ruby
 puts "#{a} + #{b} = #{ a + b }" # 7 + 3 = 10

String methods 

Berikut ini adalah beberapa method yang dimiliki String object yang sering kita gunakan:
  • str + other_str menggabungkan other_str ke str, menghasilkan object baru hasil gabungan kedua string tersebut.
  • str << other_str menggabungkan other_str ke str, mengubah object str (tidak menghasilkan object baru).
  • str <=> other_str membandingkan dua string, menghasilkan -1 jika str lebih kecil dari otherstr, 1 jika str lebih besar dari str, dan 0 jika str sama dengan otherstr
  • str == other_str membandingkan kesamaan dua string, menghasilkan true jika sama, false jika tidak sama.
  • str =~ regex membandingkan string dengan regular expression, menghasilkan posisi pertama kesesuaian jika ada, atau 0 jika tidak sesuai.
  • str.capitalize mengubah huruf pertama menjadi huruf kapital, menghasilkan object baru.
  • str.capitalize! mengubah huruf pertama menjadi huruf kapital dengan mengubah object yang ada.
  • str.upcase mengubah semua huruf menjadi huruf kapital, menghasilkan object baru.
  • str.upcase! mengubah semua huruf menjadi huruf kapital dengan mengubah object yang ada.
  • str.length menghasilkan panjang string.
  • str.strip menghapus whitespace yang ada di depan dan di belakang string.

Numeric 

Dalam ruby, angka bukanlah primitive. Setiap angka adalah object, instance dari salah satu kelas numeric ruby. Numeric adalah kelas basis untuk angka di ruby. Kelas Fixnum digunakan untuk integer, Float untuk angka pecahan, dan Bignum untuk angka integer yang lebih besar. Konversi antara angka Fixnum dan Bignum terjadi secara otomatis. Ketika suatu angka tidak dapat disimpan dalam Fixnum, akan secara otomatis diubah ke Bignum, sehingga kita sebagai programmer tidak perlu memikirkannya. contoh:
 2411 # integer, Fixnum
 2_411 # integer, Fixnum, underscore diabaikan
 241.1 # pecahan, Float
 3.7e4 # scientific notation, Float
 3E4 # scientific notation, Float
 3E-4 # scientific notation, dengan tanda sebelum exponent
 0444 # octal, Fixnum
 0xfff # hexadecimal, Fixnum
 0b1101 # binary, Fixnum
 4567832704 # integer, Bignum

Boolean 

Ruby memiliki nilai boolean true dan false, yang merupakan object dari kelas TrueClass dan FalseClass. Dalam ruby, semua nilai selain false dan nil dianggap bernilai true dan dapat digunakan dalam operasi boolean, seperti conditional, and, or dan sebagainya. 

Conditional Constructs 

Conditional statement mengecek apakah suatu ekspresi bernilai benar atau salah dan menjalankan logic sesuai dengan hasil dari ekspresi tersebut. 

 If statement 

 If statement diawali dengan keyword if dan diakhiri dengan keyword end.
 if 3 > 2
 puts "Tiga lebih besar dari dua"
 end
Operator ! membalikkan nilai true / false suatu ekspresi.
 if !(x > y)
 puts "X tidak lebih besar dari y"
 end
Kita dapat menggunakan operasi boolean dalam if statement untuk mengecek dua ekspresi atau lebih menggunakan && (and) dan || (or).
if ruby == "great" && programming == fun
puts "I love programming with ruby"
 end
Jika ekspresi cukup pendek, kita dapat meletakkan if statement di belakang sebagai modifier.
puts "Tiga lebih besar dari dua" if 3 > 2
else dan elsif dapat ditambahkan sebagai opsi jika statement if tidak benar.
if x > y
 puts "x lebih besar dari y"
 elsif x < y
 puts "x lebih kecil dari y"
 else
 puts "x sama dengan y"
 end
Jika kita mengecek negasi dari suatu expresi, akan lebih jelas jika kita memakai unless daripada menggunakan operator !
unless x == y
 puts "x tidak sama dengan y"
 end
Seperti if, unless juga dapat kita letakkan di belakang sebagai modifier.
puts "Tiga tidak lebih besar dari dua" unless 3 > 2

While statement 

While loop digunakan untuk mengeksekusi suatu blok kode selama nilai conditionalnya true.
 i = 0
 while i < 10
 puts "hello"
 i += 1
 end

Until statement 

Sebagaimana unless adalah negasi dari if, statement until adalah negasi dari while, yaitu akan mengeksekusi blok kode sampai nilai conditionalnya menjadi true.
i = 0
 until i >= 10
 puts "hello"
 i += 1
 end
Pada prakteknya, kita akan sangat jarang menggunakan while dan until untuk melakukan loop. Kita akan lebih sering melakukan iterasi menggunakan method each yang dimiliki suatu array / koleksi. 

Case statement 

Statement case dan when dalam ruby memberikan cara untuk mengekspresikan conditional logic dalam bentuk yang sangat ringkas. case mirip dengan switch dalam bahasa pemrograman lain, tetapi case dapat mengecek semua tipe object yang dapat dibandingkan kesamaannya atau ekuivalensinya.

Menggunakan case statement lebih ringkas daripada menggunakan if else karena kita berasumsi membandingkan kesamaan dengan ==.
lang = "fr"
 dog = case lang
 when "en"
 "dog"
 when "es"
 "perro"
 when "fr"
 "chien"
 when "de"
 "Hund"
 else
 "dog"
 end
case dapat digunakan untuk melakukan perbandingan nilai dalam range tertentu
 scale = 8
 case scale
 when 0
 puts "lowest"
 when 1..3
 puts "medium-low"
 when 4..5
 puts "medium"
 when 6..7
 puts "medium-high"
 when 8..9
 puts "high"
 when 10
 puts "highest"
 else
 "oputsff scale"
 end

Operator ternary 

Operator ternary (?:) adalah struktur yang diwarisikan dari C ke ruby. Operator ini merupakan bentuk pendek dari if else statement.
 size = length > 100 ? "Big" : "Small"

Arrays 

Array adalah salah satu kelas bawaan ruby. Array adalah suatu koleksi object yang berurutan dan dapat diakses berdasarkan indexnya. Dalam ruby, array dapat menyimpan semua object seperti String, Fixnum, Hash bahkan array yang lain. Setiap elemen di dalam array diasosiasikan dan diakses dengan index tertentu. Elemen - elemen array secara otomatis diindex dengan angka dimulain dari 0. Kita dapat mengakses elemen terakhir dari array dengan menggunakan index -1, kedua dari belakang dengan -2 dan seterusnya. Ukuran array di ruby dinamis dan dapat bertambah sesuai dengan kebutuhan secara otomatis. 

Inisiasi array

Ada beberapa cara untuk membuat / menginisiasi suatu array. Yang pertama adalah dengan memanggil method new pada kelas Array
months = Array.new
Kita dapat menentukan panjang awal suatu array ketika inisiasi.
months = Array.new 12
Array months sekarang memiliki panjang 12. Kita juga dapat melihat berapa panjang dari sebuah array.
months.size # 12
 #atau
 months.length # 12
Tetapi cara yang paling mudah dan paling umum digunakan untuk menginisiasi sebuah array adalah dengan menggunakan literal [] dan mengisi elemennya secara langsung.
 months = ["January", "February", "March"]

Array methods

Berikut ini adalah beberapa method penting yang sering kita pakai:
  • array + other_array mereturn array baru dengan menggabungkan kedua array.
  • array - other_array mereturn array baru dengan menghapus semua elemen array yang muncul di other_array.
  • array << object memasukkan object ke akhir array
  • array == other_array mengecek apakah array memiliki elemen yang sama (yang masing-masing dibandingkan dengan method ==) dengan other_array
  • array <=> other_array mereturn integer (-1, 0 atau 1) berdasarkan perbandingan elemen-elemen dalam kedua array
  • array[index] mereturn elemen pada index, menghasilkan nil jika tidak ada elemen pada index tersebut.
  • array.each{|item| block} menjalankan block untuk setiap elemen array, menggunakan elemen array tersebut sebagai parameter.
  • array.map{|item| block} menjalankan block untuk setiap elemen array, dan menghasilkan array baru dengan elemen hasil eksekusi blok tersebut.

Code Blocks 

Sebuah block dapat dianggap sebagai sebuah method yang tidak memiliki nama. Block dalam ruby dapat ditulis di dalam brackets {...} atau do...end. Konsep block sering dipakai dalam ruby, misalnya dalam beberapa method milik array
[1,2,3].each do |item|
 puts item
end
Block juga berperilaku sebagai closure, yaitu kode dalam sebuah block dapat mengakses variabel diluarnya, tetapi kode di luar block tidak dapat mengakses variabel lokal dalam block tersebut.
prefix = "print "
[1,2,3].each do |item|
 puts prefix
 puts item
end

puts item # error

Ranges 

Range memberikan cara mudah untuk merepresentasikan urutan alfanumerik (angka dan huruf). Range dapat digunakan sebagai sekuens maupun untuk pengecekan interval.
one_to_ten = 1..10
a_to_z = "a".."z"
a0_to_z9 = "a0".."z9"

Range Sebagai Sekuens 

Range dapat diperlakukan sebagai array dan diiterasi:
(1..20).each do |num|
 puts num
end
Ukuran langkah tiap satuan item dapat ditentukan dengan method step
(1..20).step(3).each do |num|
 puts num
end

Range Sebagai Interval

Range dapat digunakan untuk menentukan apakah suatu angka/string termasuk dalam interval tertentu
(1..20) === 22 # => false
Ini berarti range dapat digunakan dengan mudah dalam statement case...when
num = 9001
case num
when 1..10
 puts "Below ten"
when 10..9000
 puts "Below nine thousand"
else
 puts "Over nine thousaaaand!!!"
end

Regular Expressions 

Regular Expression dalam ruby ditangani oleh kelas Regexp. Untuk membentuk regular expression, sintaks yang digunakan sama dengan Perl. Regular expression dalam ruby juga memiliki fitur string interpolation.
movie_title_regexp = /^the/i

string = "the"
also_movie_title_regexp = /^#{string}/i # => /^the/i
Untuk mencocokan pola regular expression dengan sebuah string, bisa menggunakan method =~ atau [] dari string. =~ mengembalikan indeks pola yang pertama kali cocok, sedangkan [] mengembalikan substring yang cocok.
has_and = /and/i
"Sand Man" =~ has_and # => 1
"Sand Man"[has_and] # => "and"

Symbols 

Ruby memiliki object spesial yang bernama symbol. Symbol selalu diawali dengan titik dua :, seperti :indonesia. Hanya memiliki satu copy untuk setiap symbol, sehingga symbol yang sama pasti memiliki object yang sama. Symbol biasanya digunakan sebagai key atau indentifier dalam hash atau object ruby. 

Hashes 

Hash adalah koleksi pasangan key-value yang dalam ruby memiliki syntax sebagai berikut:
my_hash = { :name => "Nugroho", :age => 25 }
Hash mirip seperti array, tetapi jika array diindex dengan integer yang dimulai dari 0, hash diindex dengan object ruby. Semua object dalam ruby dapat dijadikan key ataupun value dalam hash. Tetapi pada umumnya kita lebih sering menggunakan symbol atau string sebagai key dari sebuah hash. Keys dalam hash harus unik. Jika kita mengakses index hash yang tidak ada, kita akan mendapatkan

Inisiasi Hash 

Untuk menginisiasi sebuah hash, kita dapat memanggil method new dari kelas Hash:
my_hash = Hash.new
namun pada umumnya kita lebih sering membuat hash dengan literal hash sebagai berikut:
 my_hash = {}

Hash methods 

Berikut ini adalah beberapa method hash yang sering kita gunakan:
  • hash.[key] digunakan untuk mengakses value hash dengan key tertentu. Akan mereturn object value jika ditemukan, atau nil jika tidak ditemukan.
  • hash.clear menghapus semua key dan value dari hash tersebut.
  • hash.delete(key) menghapus key-value dengan key tertentu. Akan mereturn value tersebut
  • hash.delete_if { |key,value| block } menghapus key-value jika evaluasi block menghasilkan nilai true.
  • hash.each { |key,value| block } melakukan iterasi dan mengevaluasi block untuk semua key-value.
  • hash.keys menghasilkan array dari semua key dalam hash tersebut.
  • hash.merge(another_hash) menghasilkan hash baru yang merupakan gabungan kedua hash. Jika ada key yang sama, akan di override oleh nilai dari another_hash.
baru ini yang bisa BeHangat jelaskan, jika ada pertanyaan tentang ruby atau ada yang salah dari artikel ini mohon sampaikan di kotak komentar di bawah atau yang tersedia. Semoga bisa berguna, Trimakasih.... *_x

Jika Kamu Punya Artikel, Puisi, Sesuatu Yang Ingin Kamu Upload, Maka Kamu Bisa Kirim Ke Alamat Email Di Bawah Ini:
Email : puisibehangat@gmail.com
Sertakan Judul Beserta Foto/Gambar

Reaksi:

You Might Also Like:

Use parse tool to easy get the text style on disqus comments:
Show Parser Hide Parser